25 April 2025

By JEFLI INDRI JAYANI, S.S.T.Ars

52 kali dilihat

DPK Gelar Teknical Metting Lomba Bertutur Tingkat Sd/Mi Kota Solok Tahun 2025

Menumbuhkan kembangkan dan meningkatkan budaya membaca harus dimulai sejak usia dini, Sepertinya halnya lewat lomba bertutur maupun membaca dan literasi anak-anak untuk meningkatkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan dan buku.

Kemampuan dan kesenangan membaca merupakan modal dan faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan (formal, informal dan nonformal) dan pembangunan masyarakat untuk hidup lebih cerdas berwawasan luas dan tangkas dalam menghadapi peluang dan tantangan. Pembudayaan kegemaran membaca pada satuan pendidikan boleh dikatakan tidaklah mudah dan juga tidak susah. Upaya pembudayaan harus ditanamkan dan dilatih pada anak-anak sedari dini serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis dan komunikatif. Dalam rangka upaya meningkatkan pembudayaan kegemaran membaca sejak dini dikalangan murid sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), maka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok mengadakan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se Kota Solok dengan tema “Kepahlawanan dan legenda Rakyat Kota Solok”, kegiatan ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk apresiasi dan motivasi pembudayaan kegemaran membaca melalui jalur sekolah tingkat awal.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok Refendi, S. Pt, M. Si dalam sambutannya saat membuka acara Teknical Metting Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Solok Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, bertempat di Aula Gedung Baru Perpustakaan Daerah Kota Solok, Jumat (25/4/2025) dengan narasumber Niki Martoyo, S. Pt  Pegiat Literasi dan Pendongeng Profisional Sumatera Barat.

Dalam Penyampaian Juknis Lomba Bertutur Tahun 2025 Kepala bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Iryanto, ST menyampaikan tentang persyaratan Peserta Lomba Bertutur, Materi Lomba bersumber dari buku cerita rakyat yang berasal dari daerah/budaya lokal (dalam wilayah Kab./Kota atau Propinsi masing-masing) mengandung cerita rakyat bernilai kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/fable) berisikan membangun pendidikan karakter seperti: sikap nasionalisme, sikap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif, sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap bersahabat dan sikap senang belajar atau gemar membaca, Komponen Penilaian Lomba Bertutur yang terdiri dari Penampilan, Cara Bertutur/Teknik Bertutur, Penguasaan Materi, Kemampuan/Skill peserta lomba dan Teknik Penilaian.

“Tujuan diadakan Teknical Metting ini adalah untuk memberikan pelatihan singkat tentang teknik-teknik Bertutur/mendongeng pada guru-guru pelatih siswa SD/MI untuk lomba Bertutur agar memahami tentang teknik-teknik Bertutur. Sehingga bisa lebih baik dari tahun sebelumnya”Jelas Iryanto.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan Teknical metting ini peserta dan guru pendamping Lomba Bertutur Lebih Siap lagi dan menguasai teknik bertutur/mendongeng, sehingga bisa mendapatkan pengikat Juara pada Lomba Bertutur nanti yang diadakan pada tanggal 29 April 2025 dan Grand Final Pada tanggal 30 April 2025” tutup Iryanto.